Menjalankan ibadah puasa selama lebih dari 12 jam tidak hanya memberikan tantangan pada rasa lapar dan dahaga, tetapi juga pada stabilitas kelembapan organ-organ tubuh, termasuk mata. Masalah mata kering atau dry eye syndrome seringkali meningkat intensitasnya selama bulan Ramadan akibat berkurangnya asupan cairan harian secara signifikan. Sebagai institusi yang fokus pada kesehatan penglihatan, Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta memandang pentingnya edukasi mengenai nutrisi sahur yang tepat untuk memitigasi risiko gangguan fungsi air mata selama berpuasa.

Kesehatan mata sangat bergantung pada kualitas film air mata yang terdiri dari lapisan air, minyak, dan lendir. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, produksi air mata cenderung menurun, yang mengakibatkan mata terasa perih, mengganjal, hingga penglihatan yang fluktuatif. Melalui kajian klinis dan nutrisi, para ahli di Leprindo Jakarta merumuskan strategi asupan melalui pilihan Makanan Saat Sahur yang mampu membantu mempertahankan hidrasi mata secara optimal hingga waktu berbuka tiba.

Anatomi Kelembapan Mata dan Dampak Dehidrasi

Secara fisiologis, mata manusia membutuhkan pelumasan terus-menerus agar permukaan kornea tetap sehat dan bening. Selama berpuasa, tubuh cenderung menarik cadangan air dari jaringan perifer untuk menjaga fungsi organ vital seperti jantung dan otak. Hal ini sering kali mengorbankan kelembapan pada area luar seperti kulit dan selaput lendir mata. Di kota besar seperti Jakarta, paparan polusi dan penggunaan gawai yang tinggi semakin memperburuk penguapan air mata.

Oleh karena itu, pemilihan asupan saat sahur menjadi sangat krusial. Tidak semua makanan memberikan efek hidrasi yang sama. Makanan yang terlalu asin atau terlalu tinggi gula justru bersifat menarik air keluar dari sel, sehingga mempercepat proses dehidrasi. Akademi Refraksi Optisi menyarankan untuk fokus pada makanan yang mengandung asam lemak esensial, antioksidan, dan kadar air terikat yang tinggi. Berikut adalah 5 rekomendasi makanan utama yang sebaiknya hadir di meja sahur Anda.

1. Ikan Berlemak: Sumber Omega-3 untuk Lapisan Lipid

Rekomendasi pertama dari para ahli di Leprindo Jakarta adalah ikan yang kaya akan asam lemak Omega-3, seperti salmon, tuna, atau kembung. Mengapa ini penting bagi mata? Film air mata kita memiliki lapisan terluar yang disebut lapisan lipid (minyak). Lapisan ini berfungsi mencegah air mata agar tidak cepat menguap.

Jika tubuh kekurangan asupan lemak sehat, lapisan minyak ini menjadi tipis atau tidak stabil, sehingga air mata cepat kering meski produksinya normal. Mengonsumsi ikan saat sahur membantu kelenjar meibom di kelopak mata memproduksi minyak berkualitas tinggi. Hal ini secara efektif Jaga Kelembapan permukaan mata dari paparan udara kering atau ruangan ber-AC selama Anda beraktivitas di siang hari. Selain itu, Omega-3 juga memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan kemerahan pada mata akibat iritasi ringan.

2. Telur: Nutrisi Lutein dan Zeaxanthin

Telur adalah menu sahur yang praktis namun memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan penglihatan. Selain sebagai sumber protein yang memberikan rasa kenyang lebih lama, kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin. Kedua zat ini adalah jenis karotenoid yang secara alami terkumpul di makula mata untuk melindungi dari kerusakan cahaya biru.

Namun, dari perspektif kelembapan, kandungan seng (zinc) dalam telur membantu tubuh menyerap vitamin A dengan lebih baik. Vitamin A adalah nutrisi utama untuk memproduksi muksin, yaitu lapisan lendir yang menempelkan air mata pada permukaan kornea. Tanpa muksin yang cukup, air mata tidak akan bisa “membasahi” mata secara merata. Dengan mengonsumsi telur, Anda memastikan bahwa infrastruktur pelumasan mata tetap bekerja secara Sepanjang Hari meskipun asupan air minum sedang terhenti.

3. Sayuran Hijau Gelap: Hidrasi dan Perlindungan Sel

Bayam dan kale seringkali dijuluki sebagai pahlawan bagi kesehatan mata. Sayuran hijau gelap memiliki kandungan air yang tinggi serta kaya akan vitamin C dan E. Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen yang menyusun struktur kornea, sementara vitamin E bertindak sebagai pelindung sel-sel mata dari stres oksidatif akibat radikal bebas.

Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta menekankan bahwa serat dalam sayuran hijau juga membantu pelepasan air ke dalam sistem tubuh secara bertahap. Ini berarti tubuh mendapatkan pasokan hidrasi yang lebih konstan dibandingkan hanya meminum air putih dalam jumlah banyak sekaligus. Sayuran ini sebaiknya diolah dengan cara dikukus atau ditumis singkat untuk menjaga integritas nutrisinya tetap optimal bagi kesehatan Mata Anda.

4. Buah-buahan Tinggi Kandungan Air (Citrus dan Mentimun)

Buah-buahan seperti jeruk, lemon, atau mentimun sangat disarankan sebagai pencuci mulut saat sahur. Jeruk kaya akan vitamin C yang secara klinis terbukti mampu mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula, tetapi fungsi utamanya saat puasa adalah mendukung kesehatan pembuluh darah halus di mata.

Sementara itu, mentimun yang terdiri dari sekitar 95% air adalah pilihan terbaik untuk hidrasi instan. Mentimun mengandung silika, mineral penting untuk kesehatan jaringan ikat. Mengonsumsi mentimun saat sahur secara signifikan membantu mencegah mata cekung dan lingkar hitam yang sering muncul akibat kelelahan dan kurang cairan saat berpuasa. Ini adalah cara alami untuk menjaga penampilan mata tetap segar dan lembap.

5. Kacang-kacangan dan Biji-bijian: Penguat Vitamin E

Almond, kacang tanah, dan biji bunga matahari adalah sumber vitamin E yang sangat baik. Vitamin E berfungsi sebagai perisai terhadap molekul yang tidak stabil yang dapat merusak jaringan sehat di mata. Bagi mereka yang bekerja di depan layar komputer dalam durasi lama selama Ramadan, asupan vitamin E membantu menjaga ketahanan otot siliaris mata agar tidak mudah lelah.

Dalam kajian yang dilakukan di Jakarta, ditemukan bahwa konsumsi kacang-kacangan secara rutin dapat membantu stabilitas produksi air mata. Kehadiran mineral seperti magnesium di dalamnya juga membantu relaksasi otot-otot di sekitar kelopak mata, sehingga frekuensi berkedip tetap normal. Berkedip adalah mekanisme alami tubuh untuk menyebarkan air mata ke seluruh permukaan kornea agar tetap lembap.

Peran Edukasi Refraksi Optisi dalam Kesehatan Masyarakat

Sebagai institusi pendidikan, Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta memiliki misi untuk tidak hanya menghasilkan tenaga ahli optik yang kompeten, tetapi juga menjadi sumber rujukan kesehatan mata bagi masyarakat. Masalah mata kering yang sering dianggap sepele sebenarnya bisa berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup. Edukasi mengenai pemilihan Makanan Saat Sahur adalah bagian dari upaya preventif untuk menjaga kesehatan indra penglihatan masyarakat luas.

Para mahasiswa dan pengajar di Leprindo Jakarta terus melakukan pengamatan terhadap perubahan pola kesehatan mata masyarakat urban. Di lingkungan perkotaan yang penuh polusi, mata membutuhkan perlindungan ekstra dari dalam melalui nutrisi. Dengan memahami kaitan antara gizi dan kesehatan mata, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan kenyamanan penglihatan yang maksimal.

Tips Tambahan Jaga Kelembapan Mata ala Leprindo

Selain aspek nutrisi, ada beberapa tindakan mekanis yang disarankan oleh para ahli refraksi untuk membantu Jaga Kelembapan mata selama berpuasa:

  • Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, lihatlah benda sejauh 20 kaki selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata.
  • Atur Kelembapan Ruangan: Jika bekerja di ruangan ber-AC, gunakan humidifier agar udara tidak terlalu kering yang dapat mempercepat penguapan air mata.
  • Hindari Paparan Angin Langsung: Jangan arahkan kipas angin atau AC langsung ke wajah, karena ini adalah penyebab utama mata kering secara instan.
  • Gunakan Kacamata Pelindung: Saat berada di luar ruangan, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan sinar UV dan debu yang dapat memicu iritasi.

Kesimpulan: Puasa Sehat dengan Penglihatan Jernih

Menjaga kesehatan mata selama Ramadan adalah bentuk rasa syukur atas nikmat penglihatan. Dengan mengonsumsi 5 Makanan yang telah direkomendasikan, Anda sedang melakukan investasi kesehatan yang sangat berharga. Nutrisi yang tepat dari ikan, telur, sayuran, buah, dan kacang-kacangan akan bekerja secara sinergis untuk memastikan mata Anda tetap lembap, sehat, dan berfungsi optimal Sepanjang Hari.

Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta berharap panduan ini dapat membantu Anda menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk tanpa terganggu oleh masalah kesehatan mata. Ingatlah bahwa apa yang Anda konsumsi saat sahur memiliki dampak langsung pada bagaimana tubuh Anda bertahan menghadapi tantangan dehidrasi di siang hari. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga kesehatan mata dan seluruh tubuh Anda selalu terjaga dalam lindungan-Nya.

Baca Juga: Air Sirih untuk Mata? Simak Bahayanya Menurut Penelitian ARO Leprindo